Materi

Biopori

Pengertian Biopori


          Biopori adalah lubang-lubang kecil atau pori-pori  di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisme di dalamnya, seperti cacing, , perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah laiinya. Pori-pori yang ada dapat menigkatkan kemampuan tanah menahan air dengan cara menyirkulasikan air dan oksigen ke dalam tanah.  Jadi, semakin banyak biopori di dalam tanah, semakin sehat tanah tersebut. Gambar di samping menunjukkan gambar biopori dilihat dari mikroskop.

      Di daerah yang masih alami, mekanisme pembentukan biopori terjadi dengan sendirinya.  Dengan adanya perubahan struktur di atas dan di dalam tanah akibat pembangunan/ pengolahan tanah yang dilakukan manusia seperti pertanian, deforestasi dan perumahan, mekanisme alamiah pembentukan biopori menjadi tidak berjalan.

       Untuk mengatasi permasalahan ini, Kamir R. Brata, seorang peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), mengembangkan sebuah cara untuk mendorong terbentuknya biopori melalui Lubang Resapan Biopori (LRB).

 
KEUNGGULAN DAN MANFAAT BIOPORI



Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara (1) meningkatkan daya resapan air, (2) mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), dan (3) memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.

a. Meningkatkan daya resapan air 

           Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm 2 atau hampir 1/3 m 2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 cm 2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm 2.


            Lubang dibuat di tanah kemudian diisi dengan sampah organik atau sampah yang biodegradable. Sampah yang ada di dalam lubang akan menjadi makanan organisme-organisme tanah. Hal ini akan meningkatkan aktivitas organisme-organisme tanah di sekitar lubang resapan biopori sehingga menambah jumlah bipori di sekitarnya. Dengan mengubah struktur tanah menjadi lebih berpori, kemampuan tanah meresap air menjadi menigkat dan mencegah terjadinya banjir & kekeringan.

          Dengan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air. 

b. Mengubah sampah organik menjadi kompos 

Lubang resapan biopori “diaktifkan” dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos.. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai “pabrik” pembuat kompos. Kompos dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman/sayuran organik maka kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya.

BIla lubang yang dibuat berdiameter 10 cm dengen kedalaman 100 cm, maka setiap lubang dapat menampung 7.8 liter sampah organik. Jumlah tersebut stara dengan rata-rata jumlah sampah organik selama 2-3 hari dari satu rumah. Dalam selang waktu 56 – 84 hari, sampah di dalam lubang biopori  sudah terdekomposisi menjadi kompos  sehingga volumenya telah menyusut. Dengan demikian lubang-lubang ini sudah dapat diisi kembali dengan sampah organik baru dan begitu seterusnya.

Pengolahan sampah organik dengan pembuatan kompos mengurangi terbentuknya gas metan yang merupakan salah satu gas rumah kaca. Gas metan terbentuk saat sampah organik dibuang secara ditimbun/landfill. Jadi secara tidak langsung pembuatan lubang biopori dapat mengurangi efek rumah kaca. 

c. Memanfaatkan fauna tanah dan atau akar tanaman 

         Seperti disebutkan di atas, lubang resapan biopori diaktikan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan “saluran” air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodiversitas dalam tanah.

PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB) 

        Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 – 30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah.
Lokasi pembuatan lubang resapan biopori antara lain:
  1. Di dasar saluaran pembuangan/selokan air hujan


    Pembuatan biopori pada selokan pengalir air hujan mengurangi volume air yang dialirkan sehingga mencegah air meluap ke luar selokan.

  2. Di sekeliling batang pohon Lubang resapan biopori yang dibuat di sekeliling pohon dapat menjadi sumber air untuk pohon tersebut. Bulu-bulu akar dari pohon akan tumbuh ke arah LRB
  3.  Di batas taman

Langkah-langkah pembuatan LRB yaitu:

  1. Membuat lubang silindris ke dalam tanah dengan diameter10 cm, kedalaman 100 cm atau tidak melampauikedalaman air tanah. Jarak pembuatan lubang resapanbiopori antara 50 – 100 cm


    Pembuatan lubang dapat dibuat dengan memakai alat bantu yang disebut bor biopori
  2.  Memperkuat mulut atau pangkal lubang dengan menggunakan:

    1) paralon dengan diameter 10 cm, panjang minimal 10cm; atau
    2) adukan semen selebar 2 – 3 cm, setebal 2 cm disekeliling mulut lubang.

  3. Mengisi lubang LRB dengan sampah organik yang berasaldari dedaunan, pangkasan rumput dari halaman atau sampah dapur; dan
  4. Menutup lubang resapan biopori dengan saringan kawat/lainnya.
Setelah LRB dibuat, secara berkala lubang harus dirawat dan dipelihara dengan cara:
  1. Mengisi sampah organik kedalam lubang resapan biopori;
  2. Memasukkan sampah organik secara berkala pada saat terjadi penurunan volume sampah organik pada lubang resapan biopori; dan/atau
  3. mengambil sampah organik yang ada dalam lubang resapan biopori setelah menjadi kompos diperkirakan 2 – 3 bulan telah terjadi proses pelapukan.

Jumlah lubang yang perlu dibuat dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:

Jumlah LRB = intensitas hujan(mm/jam) x luas bidang kedap (m2) / Laju Peresapan Air per Lubang (liter/jam)

Sebagai contoh, untuk daerah dengan intensitas hujan 50 mm/jam (hujan lebat), dengan laju peresapan air perlubang 3 liter/menit (180 liter/jam) pada 100 m2 bidang kedap perlu dibuat sebanyak (50 x 100) / 180 = 28 lubang.

3R+

             3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. Penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa; Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Justru pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari.
             3R terdiri atas reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.
              Melakukan 3R (Reuse Reduce Recycle) Setiap Hari. Mengelola sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja (setiap hari), di mana saja, dan tanpa biaya. Yang dibutuhkan hanya sedikit waktu dan kepedulian kita.
Berikut adalah kegiatan 3R (Reuse Reduce Recycle) yang dapat dilakukan di rumah, sekolah, kantor, ataupun di tempat-tempat umum lainnya.
Contoh kegiatan reuse sehari-hari:
  • Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, pergunakan serbet dari kain dari pada menggunakan tissu, menggunakan baterai yang dapat di charge kembali.
  • Gunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Misalnya botol bekas minuman digunakan kembali menjadi tempat minyak goreng.
  • Gunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
  • Gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis.
  • Gunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat.
  • Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan
Contoh kegiatan reduce sehari-hari:
  • Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.
  • Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
  • Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang kembali).
  • Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
  • Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
  • Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.
  • Hindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu.
Contoh kegiatan recycle sehari-hari:
  • Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai.
  • Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali.
  • Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos.
  • Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat.

Ruang Lingkup PLH

A. Pengertian PLH
             Pendidikan lingkungan hidup (PLH) merupakan upaya mengubah perilaku dan
sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran mayarakat tentang nilai-nilai
lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan
masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan
untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Pendidikan lingkungan
hidup mempelajari permasalahan lingkungan khususnya masalah dan pengelolaan
pencemaran, kerusakan lingkungan serta sumber daya dan konservasinya.
B. Ruang Lingkup PLH
             Ruang lingkup kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup meliputi hal-hal sebagai berikut:

  • Pendidikan lingkungan hidup yang melalui jalur formal, nonformal dan jalur informal dilaksanakan oleh seluruh stakeholder.
  • Diarahkan kepada beberapa hal yang meliputi aspek:
  1. Kelembagaan
  2. SDM
  3. SDA
  4. Sarana dan Prasarana
  5. Pendanaan
  6. Materi
  7. Komunikasi dan Informasi
  8. Metode Pelaksaan


C. Mengapa PLH Penting?


             Pembangunan dapat dan telah merusak lingkungan, tetapi pembangunan juga diperlukan untuk memperbaiki kualitas lingkungan. Kita semua memang menginginkan keadaan lingkungan yang lestari, yaitu kondisi lingkungan yang secara terus menerus dapat
menjamin kesejahteraan hidup manusia dan juga mahluk hidup lainnya. Untuk
memelihara kelestarian lingkungan ini setiap pengelolaan harus dilakukan secara
bijaksana. Pengelolaan yang bijaksana menuntut adanya pengetahuan yang cukup
tentang lingkungan dan akibat yang dapat timbul karena gangguan manusia. Pengelolaan
yang bijaksana juga menuntut kesadaran akan tanggung jawab manusia terhadap
kelangsungan generasi mendatang. Pengetahuan dan kesadaran akan pengelolaan
lingkungan ini dapat diperoleh melalui pendidikan dan sejenisnya.
D. Tujuan PLH


1. Di bidang pengetahuan: membantu individu, kelompok dan masyarakat untuk
mendapatkan berbagai pengalaman dan mendapat pengetahuan tentang apa
yang diperlukan untuk menciptakan dan menjaga lingkungan yang berkelanjutan.
2. Di bidang kesadaran: membantu kelompok sosial dan individu untuk mendapatkan
kesadaran dan kepekaan terhadap lingkungan secara keseluruhan beserta isu-isu
yang menyertainya, pertanyaan, dan permasalahan yang berhubungan dengan
lingkungan dan pembangunan.
3. Di bidang perilaku: membantu individu, kelompok dan masyarakat untuk
memperoleh serangkaian nilai perasaan peduli terhadap lingkungan dan motivasi
untuk berpartisipasi aktif dalam perbaikan dan perlindungan lingkungan.
4. Di bidang ketrampilan: membantu individu, kelompok dan masyarakat untuk
mendapatkan ketrampilan untuk megidentifikasi, mengantisipasi, mencegah, dan
memecahkan permasalahan lingkungan.
5. Di bidang partisipasi: memberikan kesempatan dan motivasi terhadap individu,
kelompok dan masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam menciptakan
lingkungan yang berkelanjutan.

ESD



A. Pengertian ESD

 ESD adalah sebuah proses belajar (atau pendekatan pengajaran) berdasarkan cita-cita dan prinsip-prinsip yang mendasari keberlanjutan untuk mendorong orang, dalam mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan sehingga dapat membuat keputusan dan untuk bertindak berdasarkan keputusan tersebut.

B. Latar Belakang Munculnya ESD

  • Kondisi dunia yang menghadapi persoalan yang semakin kompleks dan mengarah pada situasi chaos. Situasi chaous itu terdiri atas :
  1. Semakin cepatnya perkembangan komunikasi dan transportasi
  2. Meningkatnya pertumbuhan populasi dunia yang melebihi kapasitas produktivitas natural bumi
  3. Rumitnya globalisasi ekonomi, perdagangan, lingkungan, masalah pembangunan, kemiskinan dan lain-lain.



C. Fungsi dan Manfaat ESD



  • Terbangun kapasitas bangsa yang mampu membangun, mengembangkan dan mengimplementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development.
  • Mendidik manusia agar sadar dengan individual responsibility yang harus dikontribusikan, menghormati hak-hak orang lain, alam dan diversitas, dan bertanggungjawab atas kehidupan yang lebih baik.

D. Tujuan ESD

  • Mendorong peningkatan kualitas belajar-mengajar di PPB
  • Memfasilitasi hubungan jaringan, pertukaran dan interaksi antara pemangku kepentingan dalam ESD
  • Menyediakan peluang baru bagi negara-negara untuk menggabungkan PBB dalam upaya-upaya reformasi pendidikan

E. Dimensi ESD

  • Ekonomi
                 - Pertumbuhan berkesinambungan. 
                 - Kesetaraan dan Kesempatan. 
                 - Keseimbangan produksi dan konsumsi
  • Lingkungan atau Ekologi
                 - Keseimbangan beberapa sistem yang ada di lingkungan ( WEHAB : water, energy,   health, agniculture, biodiversity )
  • Sosial, Politik, Budaya
                 - Harmoni, selaras dan empati
                 - Demokrasi, partisipasi
                 - Keadilan sosial : ras, gender, kelas sosial tertentu, dll.


K3LH

Pengertian K3LH adalah pengertian tentang Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup pada suatu perusahaan atau instansi lain yang memiliki banyak pekerja atau karyawan.
Pengertian K3LH
Maksud dari pengertian K3LH adalah memahami dan menerapkan K3LH di setiap perusahaan. Tujuan dari program K3LH adalah menciptakan suasana kerja yang sehat, aman dan nyaman. Hal ini menjadikan pekerja dan perusahaan memiliki daya saing yang lebih kuat.
K3LH adalah singkatan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup.
3 Alasan Utama Mengapa Suatu Perusahaan Melaksanakan K3LH
  • Diwajibkan oleh Undang-undang Tenaga Kerja
  • Hak asasi manusia
  • Mengurangi beban ekonomi para pekerja
Keuntungan dari penerapan K3LH adalah terciptanya hasil kerja yang optimal, karena suasana kerja yang nyaman akan menghasilkan produksi yang lebih banyak dan lebih bermutu. Jadi program K3LH ini bisa mempengaruhi kuantitas dan kualitas hasil produksi. Perusahaan yang menerapkan program K3LH biasanya mengaplikasikan K3LH di lingkungan perusahaan.


Manfaat dari K3LH
Dengan program K3LH, pekerja dan perusahaan bisa menikmati manfaatnya. Perusahaan akan menjadi lebih bermutu dan sistematis untuk berkembang lebih cepat, dan pekerja menjadi lebih aman, lebih sehat dan nyaman. Jika kenyamanan dalam bekerja bisa terwujud, akan tercipta hubungan yang lebih harmonis antara para pekerja dan perusahaan tempat mereka bekerja sehingga menghasilkan produk yang maksimal sesuai misi perusahaan.
K3LH Adalah Hal Penting dalam Pembangunan Usaha Atau Industri
K3LH merupakan hal penting dalam membangun industri. Pertumbuhan dan pembangunan industri banyak menimbulkan masalah terhadap manusia di setiap negara. Contohnya adalah kecelakaan kerja, bermacam penyakit akibat kerja, dan dampak lingkungan dari adanya industri.
K3LH merupakan hal penting bagi pekerja karena pekerja yang menjadi penggerak industri dan posisi pekerja dalam industri adalah yang utama dari sistim kerja, karena tanpa ada pekerja, tidak akan ada hasil industri.Oleh sebab itu, agar industri bisa tumbuh dan berkembang dengan cepat dan baik, maka sistem kerja di setiap industri harus diatur dan dirancang dengan memperhatikan K3LH dan para pekerja. Karena setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memeroleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral, dan kesusilaan serta perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.
Mempekerjakan Tenaga Ahli Industri yang khusus Mengelola K3LH
Untuk sosialisasi K3LH, pemahaman tentang K3LH seharusnya diajarkan dan diterapkan di setiap sekolah.
Tujuannya adalah agar pendidikan berperan lebih dalam menghasilkan tenaga ahli industri yang memiliki pengetahuan tentang K3LH. Dan, sebaiknya Setiap calon pekerja seharusnya memahami Pengertian K3LH ini.

Teknologi Tepat Guna



Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.
Karakteristik dari teknologi ini adalah biaya rendah dan membutuhkan sedikit pemeliharaan. Semakin sering pemeliharaan dapat dikatakan tepat guna, bila pemeliharaan dapat diatasi oleh keahlian yang ada secara setempat, peralatan, dan bahan. Hanya disebut tepat guna bila menggunakan teknologi yang dapat diperbaiki secara setempat.
Bentuk dari "teknologi tepat guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi "padat karya" daripada "padat modal". Kendati perangkat hemat pekerja juga digunakan, ia bukan berarti berbiaya tinggi atau mahal ongkos perawatan. Pada pelaksanaannya, teknologi tepat guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu. Di negara maju, istilah teknologi tepat guna memiliki arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan.
Contoh:

MESIN PENCACAH PLASTIK
Peralatan Yang Dibutuhkan:
Nama Peralatan
Spesifikasi
Jumlah
Volume
Nilai (Rp)
MESIN PENCACAH PLASTIK
- Dimensi mesin : p x l x t : 1300 x 600 x 1500 mm - Baja As : Panjang 400 mm diamter 50 m - Loger Kogel : diameter dalam 50 mm - Motor : motor induksi 3 Hp, 220/380 V - Pisau : pisau putar 4 buah, pisau tetap 2 buah - U Belt : 2 buah U belt tipe B  
 
 
0
Cara Pengoperasian:
Cek voltase motor dan sumber arus apakah sudah sesuai, cek jarak putar dengan pisau tetap, dan stel sehingga jarak kedua ujung pisau tidak terlalu renggang - Harga mesin Rp. 6.000.000,- - Hidupkan mesin/motor dengan menekan tombol "ON" pada panel sehingga motor memutar belt yang dihubunngkan dengan pisau putar -Masukkan barang-barang yang sejenis dan yang kotor dibersihkan dulu - Sebelum proses pencacahan akan terjadi adanya debu hasil pencacahan, bila dirasa mengganggu karena debu terllalu banyak, maka kran air dapat diputar sehingga air akan menyemprot debu yang beterbangan didalam hoper, sekaligus berfungsi untuk mencuci kotoran yang menempel pada plastik - Hasil cacahan plastik akan keluar lewat penjaring dibawah pisau dengan ukuran tertentu, bila cacahan plastik terlalu besar untuk saringan, maka plastik akan terangkat kembali karena adanya perputaran pisau dan akan mengalamipencacahan kembali.

SUMBER:
BALAI BESAR PENELITIAN & PENGEMBANGAN INDUSTRI BRG KULIT, KARET & PLASTIK
JL. SOKONANDI NO. 9, YOGYAKARTA
Telpon (0274) 563655, Fax 0274-563655


PENGERTIAN MANAJEMEN RESIKO


  Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi, monitoring kemudian evaluasi. Pengertian Risiko Risiko dalam Manajemen Risiko yang berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.

Risiko adalah sesuatu yang tidak pasti (uncertain) yang dapat menimbulkan terjadinya suatu keuntungkan atau kerugikan. Menurut Wideman, dalam ketidak pastian yang mengakibatkan suatu kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (Opportunity), sedangkan ketidak pastian yang mengakibatkan suatu akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (Risk).

Dalam pengertian secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Selama mengalami kerugian walau sekecil apapun hal itu dianggap risiko. Kategori risiko Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :
Risiko spekulatif
Risiko murni

Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis (business risk). Seseorang yang sedang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif.
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian.

Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderita kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud - maksud tertentu.

Risiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat diasuransikan ( insurable risk ). Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung. 

Versi Lain

Risiko
Menurut OHSAS 18002, risiko adalah gabungan kemungkinan (kebarangkalian) dan akibat sesuatu peristiwa berhazard berlaku. Risiko juga boleh ditakrifkan sebagai gabungan-gabungan faktor-faktor kebarangkalian berlakunya peristiwa malang, dedahan dan impak kemalangan tersebut. Kebarangkalian di sini bermaksud cansa kemalangan itu berlaku.

Bahaya
Bahaya lebih menerangkan dedahan relatif seseorang kepada hazard. Perkataan ini lebih bersifat perkataan yang menerangkan atau menunjukan sesuatu keadaan risiko. Misalnya, seseorang yang sentiasa terdedah kepada hazard berada di dalam keadaan lebih berbahaya berbanding dengan seseorang yang tidak terdedah kepada hazard.


Perhubungan di antaras hazard, risiko dan bahaya
Perhubungan di antara hazard, risiko dan bahaya lebih mudah diterangkan dengan menggunakan contoh. Asid hidroklorik pekat adalah hazard kimia kerana sifat intrinsik korosifnya yang berpotensi mengakibatkan kemudaratan kepada kesihatan manusia dan kerosakan kepada sesetengah bahan. Risiko percikan asid ke muka pekerja adalah tinggi bagi mereka yang tidak memakai perisai muka berbanding dengan mereka yang memakainya. Bahaya jika mempipet asid dengan hidroklorik dengan mulut.


SISTEM PENGURUSAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESIHATAN PEKERJAAN
Sistem pengurusan risiko keselamatan dan kesihatan pekerjaan adalah berkenaan mengurus risiko yang berkaitan dengan pekerja, aktiviti dan suasana kerjanya. Oleh kerana terdapat terlalu ramai pekerja, aktiviti dan berbagai suasana kerja serta kombinasi ketiga-tiganya, maka pengurusannya hanya boleh dibuat melalui suatu sistem pengurusan. Risiko keselamatan dan kesihatan di tempat kerja melibatkan empat peringkat utama yang berlaku secara berturutan dan saling memberikan input untuk memastikan pengurusan yang berkesan. Sistem pengurusan risiko bermula dengan peringkat:
a)Mengenalpasti hazard
b)Menilai risiko
c)Mengawal risiko
d)Mengukur pencapaian

Peringkat pertama melibatkan proses mengenalpasti hazard yang ada di tempat kerja atau di dalam tugas. Hazard yang telah dikenalpasti dinilai risikonya secara kuantitatif atau kualitatif dan ditentukan samada risiko tersebut boleh diterima, berada di dalam had terima atau sebaliknya. Keputusan seterusnya ialah mengambil langkah-langkah mengawal risiko berada di tahap yang baik, pencapaian pengurusan perlu dipantau dan diukur. Maklumbalas yang diterima dari pengukuran pencapaian digunakan di setiap peringkat system pengurusan agar segala perubahan kawalan yang lebih sesuaian.


JENIS-JENIS HAZARD
Berdasarkan takrifan hazard (di atas) kita akan dapati berbagai-bagai jenis hazard yang boleh ditemui di dalam sesuatu tugas atau tempat kerja. Jika kita diminta menyenaraikan hazard-hazard ini, biasanya kita akan terfokus kepada apa yang biasa kita lihat, nyata dan mengakibatkan maut atau kecederaan sahaja. Oleh kerana terlalu banyak hazard yang ada, di sini kita akan menyentuh hanya yang berikut:
(i) hazard fizikal
(ii) hazard kimia
(iii) hazard biologikal
(iv) hazard ergonomik


(i)Hazard fizikal.
Hazard fizikal ialah hazard yang bahaya berpunca dari mesin dan peralatan yang digunakan. Sesuatu mesin dan peralatan dianggap merbahaya jika:
a)Direka tidak selamat dan tidak sempurna
b)Tidak diselenggara dengan baik
c)Dijalankan oleh pekerja tidak terlatih
d)Digunakan bukan untuk kerja sebenar
e)Digunakan dalam keadaan yang berbeza-beza
f)Ditukar/dipinda secara haram
g)Pekerja tidak bersedia atau tidak menumpukan perhatian semasa menggunakannya.

(ii) Hazard Kimia
Antara kemalangan industri yang dilaporkan ialah kecederaan akibat sentuhan dan terhidu bahan kimia. Bahan kimia yang digunakan di kilang-kilang adalah merbahaya dan boleh menyebabkan kecederaan jika terdedah tanpa dilindungi. Bahan-bahan kimia seperti asid, alkali, gas, pelarut, simen, getah sintetik, gentian kaca dan pelekat adalah bahan yang merbahaya dan perlu diambil langkah-langkah keselamatan apabila mengendalikannya.

Bagi sesetengah individu, habuk kayu dan minyak semulajadi dari haiwan boleh menyebabkan tindakbalas pada kulit. Antara kesannya ialah kulit akan melecur, melepuh, terbakar dan akan meninggalkan kesan parut. Bahagian lain yang mudah terdedah pada bahan kimia ialah mata, hidung, kerongkong serta bahagian atas saluran pernafasan. Kesan bahan kimia adalah bergantung kepada nilai pH, kepekatan, tempoh dedahan dan sifat tindak balas sesuatu bahan kimia.


iii)Hazard Biologikal
Pekerja yang terlibat dengan analisis spesimen biologi biasanya akan terdedah kepada jangkitan penyakit. Tahap bahaya sesuatu spesimen biologi adalah berbeza-beza mengikut:
a)sifat semulajadi dan kepekatan agen penyakit
b)laluan masuk agen penyakit ke dalam badan
c)ketahanan pekerja yang terdedah

Laluan masuk ke dalam anggota badan adalah:
a)penyerapan, terjadi melalui luka dan calar pada kulit, menyerap masuk melalui
kulit atau mata, sentuhan dengan tangan atau perkakas yang tercemar
b)inokulasi terus terjadi dengan alat kaca yang pecah, jarum dan lain-lain di mana
agen penjangkit boleh masuk terus ke dalam darah.
c)Penelanan melalui mulut boleh terjadi dengan menghisap rokok, makan, menggigit
kuku dan makan tanpa mencuci tangan
d)Pembentukan aerosol, hasil daripada pelbagai prosedur makmal seperti tumpahan,
pengemparan, pengoncangan, penghomogenan, pembakaran dan percikan.


iv)Hazard Ergonomik
Hazard ergonomik berkaitan dengan ketidaksesuaian manusia dengan sekitaran kerjanya. Ia selalunya dikaitkan dengan kesilapan atau kelemahan rekabentuk kejuruteraan dan proses kerja memenuhi keperluan fisiologi dan psikologi manusia. Misalnya pekerjaan menaip dalam keadaan yang baik tidak ergonomik telah dibuktikan mampu mengakibatkan ‘Tunnel Carpel Syndrome’ dan sakit belakang.


MENGENALPASTI HAZARD
Sebelum hazard boleh diurus ia mestilah dikenalpasti terdahulu. Semakin awal hazard dikenalpasti, semakin mudah dan murah untuk menguruskannya. Walaupun hazard boleh dikenalpasti atau ujud diperingkat awal operasi akibat tidak disedari atau perubahan boleh timbul kepada bahan, system dan rekabentuk selepas digunakan atau dilaksanakan.


Proses dan kaedah mengenalpasti hazard di tempat kerja
Satu proses yang membantu mengenalpasti sebanyak mungkin hazard ialah dengan menggunakan proses mengenalpasti hazard yang digunakan di dalam analisis hazard. Di dalam analisis hazard, proses mengenalpasti hazard bermula dengan mentakrifkan sistem yang ingin dikaji dan mentakrif serta memahami ciri fizikal dan fungsi sistem tersebut. Terdapat berbagai kaedah yang boleh digunakan untuk mengenalpasti hazard. Amnya kaedah mengenalpasti hazard ini melibatkan gabungan pemerhatian sendiri, merujuk kepada dokumen rujukan, menggunakan kelengkapan pengesan dan pengukur, maklumat daripada laporan, maklumbalas daripada pekerja dan sebagainya.


Pemerhatian dan Rujukan
Seseorang pekerja yang berpengetahuan dan berpengalaman di dalam sistem, proses dan prosedur kerja yang dilakukan melalui pemerhatian dan seterusnya merujuk kepada akta, peraturan garis panduan, kod amalan, standard , data dan sebagainya boleh mengenalpasti hazard yang terdapat di dalam sistem , proses dan prosedur kerja tersebut. Pemerhatian tanpa rujukan sukar mengenalpasti sesuatu hazard yang lazim dan rutin dilakukan di tempat kerja.


Penggunaan kelengkapan khas
Terdapat hazard yang tidak mempunyai sifat bau, nampak, dengar atau sentuh. Oleh itu pancaindera manusia tidak mampu mengesan hazard tersebut. Hazard ini memerlukan kelengkapan khas untuk mengesan dan mengukur tahap hazardnya. Misalnya gelombang mikro, sinaran ultra hanya dikenalpasti menggunakan dosimeter sinaran.


Aduan/laporan/cadangan
Seseorang pengurus biasanya ditugaskan mengurus aktiviti dan proses kerja yang luas dan kadangkala umum skopnya. Keadaan ini mungkin menyukarkan mereka mengenalpasti semua hazard yang berkaitan dengan setiap proses kerja di dalam kawalanya. Hazard baru juga boleh timbul akibat perubahan struktur, proses dan sistem kerja dan mesin. Keadaan ini membuat seorang pengurus memerlukan bantuan pekerja di bawahnya untuk mengenalpasti hazard.



PUNCA-PUNCA UTAMA HAZARD

Terdapat dua punca utama hazard iaitu:
a)Keadaan di tempat kerja:
i) ruang yang tidak mudah dan selesa untuk bergerak
ii) tidak dapat membuat satu pemusingan bebas di kawasan kerja.
iii)lantai yang tidak rata dan licin
iv) tiada tempat penyimpanan bahan dan peralatan yang sempurna
v) pencahayaan dan pengudaraan yang tidak sempurna



b)Pelakuan pekerja:
i) tidak melakukan tatacara kerja dengan betul, sempurna, selamat dan mejejaskan
kesihatan
ii) tidak memastikan alat-alat, mesin dan bahan adalah selamat dan disimpan dengan
selamat
iii)tidak memastikan cara menyimpan, mengangkat atau bekerja dengan bahan merbahaya
dengan selamat dan menjejaskan kesihatan
iv) tidak mengikut maklumat, arahan dan latihan yang betul
v) tidak berbincang dengan majikan
vi) tidak membuat pemeriksaan di tempat kerja



KELENGKAPAN PELINDUNG PERIBADI
Kelengkapan Pelindungan Peribadi adalah kelengkapan yang diperlukan untuk memberikan perlindungan kepada pemakainya daripada hazard yang sedang ditangani. Antara contoh kelengkapan ini termasuklah baju kalis api, Apparatus Pernafasan Lengkap Sendiri, topi dan kasut keselamatan dan lain-lain. Jadual 4.1 menunjukkan beberapa jenis Kelengkapan Perlindungan Peribadi yang biasa digunakan dalam operasi kecemasan. Oleh kerana kelengkapan ini merupakan benteng terakhir bagi pemakainya daripada bencana hazard, maka adalah penting kelengkapan ini dipilih dan digunakan mengikut spesifikasi pembuatan dan kegunaannya yang berkesan.

Seperti juga kelengkapan lain, kelengkapan perlindungan peribadi mestilah dipilih secara terancang. Pengguna mestilah dimaklumkan cara dan keadaan pemakaian yang optimum serta had penggunaannya. Pengguna juga mesti menyenggarakan kelengkapan tersebut seperti yang ditetapkan oleh pihak pembekal kelengkapan. Ini bagi memastikan kelengkapan boleh berfungsi dengan cekap dan berkesan apabila digunakan.


Cermin Perlindungan dan “goggle’
Pemakaian cermin perlindung adalah perlu apabila bekerja di kawasan berhabuk yang beterbangan , partikel, wasap, luapan aau cahaya yang boleh menyebabkan kecederaan penglihatan. Cermin keselamatan berbentuk seakan cermin biasa tetapi melindungi mata dari partikel yang beterbangan. Kantanya hendaklah tahan hentakan dan lebih kuat dari biasa. Boleh diperolehi di dalam bentuk pelindung tepi, cawan atau kanta lentuk bagi pelindungan tambahan.

Goggle pula lebih tahan hentakan dan diperolehi dalam bentuk cermin berwarna dan ianya melindungi seluruh kawasan mata dari bahaya yang datang dari semua arah.








Pelindung dan topi kaledar
Pelindung muka dan topi kaledar bukanlah alat pelindung mata, tetapi kerapkali digunakan bersama dengan pelindung mata sebagai pelindung tambahan. Pelindung penuh muka digunakan apabila anda terlibat dengan cahaya kimia, panas atau haba dan cahaya terik. Topi kaledar pula digunakan jika anda bekerja di kawasan pengimpalan atau kawasan bahan cairan. Kecederaan di kepala adalah disebabkan oleh objek yang beterbangan atau jatuh pada objek yang tetap. Pelindung kepala dalam bentuk topi pelindung hendaklah mampu menahan hentakan dan gelungan yang mengelilingi rangka topi akan mengelakkan kecederaan kepada tengkorak dan juga menyelamatkan diri dari kejutan elektrik.


Pemilihan Kasut dan but keselamatan
Ada banyak jenis dan gaya kasut keselamatan dan adalah mustahak bagi anda mengetahui ada perlindungan tambahan yang perlu digunakan. Kasut keselamatan penguatan keluli merupakan kasut yang direka untuk melindungi kaki dari bahaya seperti objek bergolek, terjatuh, terhiris atau tajam. Seluruh hujung kasut dan dalamnya diperkuatkan dengan keluli. Juga menahan atau bertindak sebagai penebat bagi suhu yang tinggi dan direka dengan memelihara dari licin, bahan kimia dan bahaya elektrik. But keselamatan pula memberikan perlindungan yang lebih seperti percikan api. Apabila bekerja di kawasan mudah terbakar, but jensi neoprene atau nitril digunakan bagi melindungi kaki. But jenis foundry atau Gaiter menampilkan penetap atau menggunakan zip bagi tujuan memudahkan untuk memakai atau menanggalkan bahan-bahan yang masuk ke dalam but. Apabila bekerja di kawasan elektrik, but istimewa penebat elektrik direka khas seperti menggunakan tapak penebat elektrik.


Pemilihan Sarung tangan pelindung
Sarung tangan tidak menjaminkan dari tidak berlakunya kemalangan, tetapi hanya mengamalkan cara kerja yang selamat. Dan berhati-hati sahaja yang mampu memastikan pekerja bekerja dengan selamat. Pemilihan sarung tangan yang betul boleh melindungi dari tercedera. Apabila menggunakan sarung tangan pelindung pastikan ianya sesuai dan muat dengan tangan, selesa digunakan dan mampu menangani risiko bahaya . Jenis-jenis sarung tangan seperti:
a)Sarung tangan pakai buang yang diperbuat dari bahan plastik dan melindungi tangan
dari kesan gatal
b)Sarung tangan fabrik yang diperbuat dari kain fabrik yang membantu menggenggam
dengan lebih baik apabila mengendalikan objek licin. Ia juga membantu melindungi
tangan anda dari kesan panas, haba atau sejuk.
c)Sarung tangan kulit bagi melindungi tangan dari kecederaan percikan api atau
pengeseran pada permukaan kasar.
d)Sarung tangan pelapik besi yang melindungi dari kecederaan luka atau calar.
Digunakan untuk kerja-kerja memotong dan mengerat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar